Olahraga Untuk Penderita Hipertensi

Olahraga merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kebugaran dan kesehatan tubuh. Selain itu juga efektif untuk menurunkan berat badan. Olahraga biasanya dijadikan pilihan pertama yang disarankan oleh dokter untuk mencegah, mengobatai serta mengendalikan penyakit tertentu seperti hipertensi. Dengan olahraga ringan, tekanan darah dapat diturunkan, mencegah penderita hipertensi dari berbagai resiko komplikasi penyakit terterntu

Banyak jenis olahraga yang bisa dilakukan untuk mengontrol tekanan darah tinggi, mulai dari olahraga aerobik, kardio, latihan kelenturan, hingga latihan kekuatan seperti latihan angkat beban. Kita tidak perlu mengeluarkan banyak uang dan waktu untuk keanggotaan gym.

Hanya cukup memasukkan aktivitas fisik intensitas sedang ke rutinitas harian kita untuk bisa mendapatkan manfaat ini. Secara umum, setiap aktivitas fisik yang meningkatkan detak jantung dan pernapasan kita, dapat dianggap sebagai olahraga untuk hipertensi yang baik.

Contoh olahraga sederhana yang bisa dilakukan untuk mengendalikan tekanan darah adalah:

1. Cari tahu kapasitas tubuh Kita untuk olahraga

Pada umumnya, jenis olahraga untuk hipertensi yang baik adalah olahraga aerobik dan latihan ketahanan dinamis yang intensitasnya sedang. Contoh olahraga aerobik antara lain jalan kaki, jogging, naik turun tangga, bersepeda, dan berenang. Selain itu, olahraga ketahanan dinamis dan latihan yang menggunakan beban tubuh sendiri seperti squat, push-up, plank, dan pull-up bisa dijadikan pilihan.

2. Mulai perlahan

Apapu pilihan olahraganya, baiknya dimulai secara pelan-pelan sampai tubuh Kita beradaptasi dengan rutinitas baru tersebut. Kemudian Kita bisa tingkatkan intensitas dan perlama waktu olahraganya sedikit demi sedikit.  Selalu lakukan pemanasan sebelum berolahraga dan pendinginan setelahnya untuk mencegah cedera.

3. Pantau kemajuan Kita

Pantau kemajuan olahraga yang sudah kita lakukan, dan jangan lupa juga untuk terus rutin cek tekanan darah dengan tensimeter di rumah. Dengan begitu Kita akan tahu apakah rutinitas olahraga Kita benar-benar efektif untuk mengendalikan hipertensi atau tidak.

Dan jangan lupa untuk melakukan cek tekanan darah  setiap 1 jam sebelum mulai olahraga dan 1 jam setelahnya.

4. Jangan memaksakan diri

Segera berhenti olahraga ketika merasakan nyeri dada hebat atau sensasi dada seperti mengencang teremas, pusing gangguan keseimbangan, kelelahan berat, atau sesak napas parah. Segera cari bantuan medis jika perlu. Pastikan Kita konsultasi dulu dengan dokter yang memahami kondisi Kita sebelum mulai olahraga apa pun, terutama jika kondisi tubuh Kita memang tidak fit atau kita tidak pernah/jarang berolahraga sebelumnya.

5. Beri tahu orang terdekat tentang kondisi Kita

Hipertensi adalah kondisi yang tidak dapat diprediksi. Bahkan olahraga ringan sekali pun dapat membuat tekanan darah naik. Maka setiap kali akan berolahraga di luar rumah, pastikan Kita juga membawa kartu medis yang menerangkan detail kondisi kesehatan Kita atau beri tahukan personal trainer dan teman nge-gym Kita bahwa Kita punya hipertensi. Cara ini dapat membantu Kita berjaga-jaga jika Kita sampai pingsan saat berolahraga.

6. Hindari aktivitas fisik yang berat atau melelahkan

Jangan melakukan olahraga atau aktivitas fisik yang terlalu berat dalam waktu singkat, misalnya lari sprint atau angkat beban yang terlalu berat. Jenis olahraga untuk hipertensi yang tidak dianjurkan adalah squash, skydiving, dan scuba diving (menyelam di laut dalam). Aktivitas fisik yang terlalu keras dapat membuat tekanan darah Kita melonjak drastis dalam waktu cepat, dan memaksa jantung serta pembuluh darah untuk bekerja lebih keras.

Kunjungi media sosial kami :
ig @vitanosteen.official : https://bit.ly/2WnTODM
forum diskusi sahabat vitanosteen : https://bit.ly/2FsDD0Q
fanpage VitanosteenOfficial : https://bit.ly/2JCLf6s
youtube Official Vitanosteen : https://bit.ly/2U1rf2g

Related posts

Leave your comment Required fields are marked *