Trombositosis

Trombositosis merupakan kondisi ketika jumlah trombosit didalam darah menjadi lebih tinggi. Trombosit berperan dalam proses pembekuan darah. Saat jumlahnya berlebih, maka akan beresiko terjadi penyumbatan pembuluh darah lebih banyak dibeberapa anggota tubuh dan meningkatkan resiko terkena stroke dan penyakit jantung.

Jumlah trombosit normal adalah 150.000-450.000 per mikroliter darah. Ketika jumlah trombosit melebihi 450.000 maka dapat dinyatakan mengalami trombositosis. Gangguan ini biasanya terjadi pada usia diatas 50 tahun.

Gejala yang muncul ketika seseorang mengalami trombositosis adalah:

  • Pening atau sakit kepala.
  • Nyeri pada dada.
  • Lemas.            
  • Gangguan penglihatan sementara.
  • Kesemutan pada lengan atau kaki.
  • Memar pada kulit.
  • Pendarahan pada hidung, mulut, gusi, dan saluran pencernaan.

Kenaikan jumlah trombosit dalam darah disebabkan oleh gangguan yang terjadi pada sumsum tulang sehingga trombosit diproduksi berlebihan (trombositosis primer) atau adanya penyakit lain yang memicu tubuh untuk memproduksi trombosit secara berlebihan (trombositosis sekunder) seperti:

  • Pendarahan
  • Operasi pengangkatan limpa
  • Infeksi
  • Beberapa jenis kanker, leukemia
  • Defisiensi zat besi
  • Peradangan usus
  • Hemolisis
  • Penggunaan obat-obatan seperti epineprin, vincristine, atau heparin sodium

Pengobatan trombositosis dilakuakan sesuai jenisnya dan untuk yang tidak mengalami gejala dan kondisi stabil hanya memerlukan pemeriksaan secara rutin. Pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian aspirin, obat penurun jumlah trombosit diantaranya hidroksi urea, anagrelide, dan interferon, melakukan prosedur platelet pheresis dan transplantasi sumsum tulang.

Kunjungi media sosial kami :
website :https://bit.ly/2XLMiTU
ig : https://bit.ly/2PwrL2t
forum diskusi : https://bit.ly/2FsDD0Q
fanpage : https://bit.ly/2GHpmiP
youtube : https://bit.ly/2L4E9bH

Related posts

Leave your comment Required fields are marked *