Telur Cacing Pada Makanan

Saat mengkonsumsi makanan yang dijual dipinggir jalan, sering kali kita merasa khawatir dan takut akan kebersihan dari makanan dan tempanya. Sementara keberadaan kuman dan parasit tidak hanya terdapat pada makanan yang kotor saja, namun di makanan yang terlihat bersih sekalipun. Sperti halnya cacing dan telurnya, jika kita tidak memperhatikan dan menjaga kebersihan kita bisa saja terinfeksi parasit cacing yang menyebabkan cacingan atau terinfeksi telurnya.

  • T.solium, juga dikenal sebagai cacing pita babi, ukurannya mencapai 10 meter saat dewasa. Parasit ini merupakan salah satu cacing pita yang paling besar untuk menginfeksi manusia. Parasit ini berasal dari kista larva pada dagig babi yang dimasak setengah matang. Banyak kasus yang ditemui, parasit ini bersarang pada perut Anda dan menghisap nutrisi Anda. Dampak serius pada parasit ini adalah menyerang saraf pusat (neurocysticercosis) dan penyebab utama epilepsi.
  • Jenis cacing pita lain adalah Echinococcus granulosus (EG). Meski panjangnya hanya 3-7mm, cacing ini menyebabkan penyakit cystic echinococcosis (CE) yang bermigrasi di organ hati dan menyebabkan kerusakan serius. EG memiliki siklus hidup antara karnivora (biasanya anjing), dan domba atau ternak lainnya. Manusia terinfeksi melalui menelan telur secara tidak sengaja dari kotoran anjing, baik melalui produk makanan yang terkontaminasi atau dari kontak langsung, atau tanah yang terkontaminasi. Telur cacing itu cukup kuat dan mampu bertahan dalam perut selama berbulan-bulan, bahkan dalam suhu beku.
  • Opisthorchiidae adalah keluarga cacing pipih yang sering ditemui di Asia Tenggara (meskipun beberapa spesies juga hadir di Eropa dan Rusia). Biasanya kontaminasi berasal dari ikan air tawar mentah atau setengah matang yang terinfeksi. Dalam perut ikan, Opisthorchiidae berbentuk larva dan tak kasat mata. Namun ketika masuk ke dalam pencernaan manusia, larva ini akan cepat berkembang biak dan menjadi cacing dewasa. Cacing dewasa ini gemar bersarang dalam kantung empedu dan empedu. Kemudian menghasilkan telur yang diekskresikan dalam faeces dalam bentuk larva. Larva tersebut akan bertahan hidup sampai bertemu aliran air. Parasit ini biasa menyebar lewat hewan yang berendam atau membawa larva tersebut dari air.

Kunjungi media sosial kami :
website :https://bit.ly/2XLMiTU
ig : https://bit.ly/2PwrL2t
forum diskusi : https://bit.ly/2FsDD0Q
fanpage : https://bit.ly/2GHpmiP
youtube : https://bit.ly/2L4E9bH

Related posts

Leave your comment Required fields are marked *