Penyakit Autoimun

Penyakit autoimun merupakan kondisi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang tubuhnya sendiri karena mengangga sel-sel tubuhnya sebagai benda/mikroorganisme asing yang membahayakan tubuh. Normalnya, sistem kekebalan tubuh menjaga tubuh dari serangan mikroorganisme asing, seperti bakteri atau virus. Akan tetapi, penyakit autoimun akan menyebabkan sistem kekebalan tubuhnya melihat sel tubuh yang sehat sebagai organisme asing. Sehingga sistem kekebalan tubuh akan melepaskan protein yang disebut autoantibodi untuk menyerang sel-sel tubuh yang sehat.

Penyakit autoimun belum diketahui secara pasti penyebabnya. Namun berikut adalah beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko seseorang terkena penyakit autoimun.

  • Etnis, karena beberapa etnis tertentu lebih beresiko akan penyakit ini.
  • Jenis kelamin, karena wanita lebih rentan terserang penyakit autoimun dibandingkan dengan pria.
  • Lingkungan, seperti paparan sinar matahari, bahan kimia, serta infeksi virus/bakteri dapat menyebabkan seseorang terserang penyakit autoimun.
  • Riwayat keluarga juga akan meningkatkan resiko seseorang memiliki genetik tertentu yang membuatnya lebih rentan terserang penyakit autoimun.

Terdapat lebih dari 80 penyakit yang dapat digolongkan sebagai penyakit autoimun. Beberapa di antaranya memiliki gejala yang sama. Secara umum, gejala-gejala awal penyakit autoimun antara lain:

  • Kelelahan.
  • Pegal otot.
  • Ruam kulit.
  • Demam ringan.
  • Rambut rontok.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Kesemutan di tangan dan kaki.
  • Gejala penyakit autoimun dapat mengalami flare, yaitu timbulnya gejala secara tiba-tiba dengan derajat yang berat. Flare timbul karena dipicu oleh suatu hal, misalnya paparan sinar matahari atau stres.

Masing-masing penyakit autoimun memiliki gejala yang spesifik, seperti :

  • Diabetes tipe 1; sering merasa haus, lemas, dan penurunan berat badan.
  • Lupus; dapat memengaruhi hampir semua sistem organ dan menimbulkan gejala seperti demam, nyeri sendi, ruam kulit, kulit sensitif, sariawan, bengkak pada tungkai, sakit kepala, kejang, nyeri dada, sesak napas, pucat, dan perdarahan.
  • Penyakit Graves; dapat mengakibatkan kehilangan berat badan, mata menonjol, gelisah, rambut rontok, jantung berdebar.
  • Psoriasis; kulit bersisik.
  • Multiple sclerosis; nyeri, lelah, otot tegang, gangguan penglihatan, dan kurangnya koordinasi tubuh.
  • Myasthenia gravis; kelelahan yang semakin parah seiring aktivitas yang dilakukan.
  • Tiroiditis Hashimoto; kelelahan, depresi, sembelit, peningkatan berat badan, kulit kering, dan sensitif pada udara dingin.
  • Kolitis ulseratif dan Crohn’s disease; nyeri perut, diare, BAB berdarah, demam, dan penurunan berat badan.
  • Rheumatoid arthritis; menimbulkan gejala nyeri sendi, radang sendi, dan pembengkakan.
  • Sindrom Guillain-Barre; kelelahan sampai kelumpuhan.

Kunjungi media sosial kami :
website : https://bit.ly/2XLMiTU
ig : https://bit.ly/2PwrL2t
forum diskusi : https://bit.ly/2FsDD0Q
fanpage : https://bit.ly/2GHpmiP
youtube : https://bit.ly/2L4E9bH

Related posts

Leave your comment Required fields are marked *